12.24.2016

Mendaki Hubungan

     Katanya, sifat asli seseorang mudah sekali terlihat saat dia mendaki gunung? Kalau memang benar, kamu harus cari cara lain untuk mengenalku lebih jauh. Susah dapat ijinnya kalo mau naik gunung, kecuali kalau kamu yang minta izin bapakku hehe.
===============================================================================


© Yudhistira Adi W

        Dalam mendaki, banyak pilihan yang alam berikan. Tanjakan atau turunan, hutan atau sabana, berbatu atau berpasir, bersusah payah sendiri atau bersama orang lain. Diantara beberapa pilihan kamu memutuskan untuk bersamanya. Diantara banyaknya alasan, kamu memilih untuk tidak punya

11.14.2016

Jadi, kapan kamu pergi?


"Coba sini jelasin"
"Aku kudu gimana?"
"Kamu ngambek?"

Dalam seperempat bagian tahun ini, banyak sekali "terserah" yang mengisi minggu-minggu sibuk. 

======================================================================
     
     
Kamu mengerti maksudku?
Kupikir sudah belajar atau minimal memulai untuk memahami beberapa waktu kesengajaan yang aku berikan.Kupikir sudah banyak hal-hal kecil yang nantinya kamu ceritakan di pertemuan-pertemuan kita.

Kamu mengerti maksudku?
Ini bukan tentang aku saja, yang membuat ruangan bising dengan kisah atau komentar apapun yang kebanyakan tidak dibutuhkan. Aku juga ingin mendengar kalimat panjang dari mulut penuh asapmu itu. Ini bukan tentang kamu saja, yang merasa seluruh masalah sedang menghampiri tanpa tau jalan keluarnya.
 "Duh, aku juga lagi banyak masalah. Nggak bisa mikir, jangan ditambah masalahmu".
Baik. Selesaikan saja masalahmu sendiri, telfon aku kalau sudah ada solusinya.

Kamu mengerti maksudku?
Jangan berlagak seolah-olah aku yang terus-terusan membebanimu dengan berbagai macam kode, sungguh itu merepotkan.

10.24.2016

Hilang

       Beberapa hari ini aku menunggu hujan, menunggu petrichor sekali lagi. Beberapa kali mengecek notifikasi di layar pintar dalam seperempat jam, kartu baikkah yang aku dapat? Hanya berisi ucapan lebih hangat, sedikit berawan, atau sekedar lebih lembab. Mungkin hujanku datang bukan untuk beberapa hari ke depan, atau dalam hitungan minggu yang kemudian berubah bulan yang akan kulupa.

10.16.2016

Bocah Ajaib Pelengkap

          Anak kecil emang menggemaskan, tapi lebih banyak ngeselinnya. Aku punya dua, ah tambah satu lagi yang baru tiga bulan. Bukan kepunyaan sendiri, punya kakakku. Tiap hari ada aja kelakuan yang bikin rumah rame, hal kecil bisa diributin. "Ya namanya juga anak kecil, Cho"

8.26.2016

Jangan Patah Lagi

 
Beberapa kisah kadang memang harus berakhir tanpa persetujuan pemilik peran. Lepaskan, jangan lukai, jangan lagi, untuk sekali. 

4.18.2016

Bermain Hujan

Dingin, sepi, petrichor, titik-titik air di kaca jendela, pelangi, dan menunggu.

"Kamu sudah move on?"
"Gak bosen sendiri terus?"

Moven on ya? Aku rasa itu tidak perlu kulakukan. Biar apa? Melupakan kenangan dan hidup lebih baik? Kenangan ya tetap ada, jangan suka menyalahkan. Ada atau tidakpun kamu nggak bisa bilang "Nanti terjebak nostalgia". Bagaimana dengan putus hubungan? Wah, aku tidak terbiasa memutus hubungan pertemanan. "Semua juga berawal dari teman, Cho" , iya benar. Bagaimanapun, sebelumnya senyum di bibirmu juga beralasan dia. Mau menghapus beberapa senyum itu?
Sungguh, kamu tidak perlu memikirkan cara membuatku tetap sibuk dan mengutuk sepi. Aku yang

4.04.2016

Musim Berganti

Pertemuan memberiku ruang mendefinisikan dirimu dengan versiku sendiri. Rasanya tidak perlu sejauh itu, ceritamu memenuhi ruangku. Membuat "sendiri" tak lagi disana. Ruangku penuh tentangmu, sesak rasanya. Kamu tak memberiku banyak pilihan, aku bisa bosan.

Beberapa warna mulai pudar, dan langkah kita tak lagi sama. Parahnya, pilihanmu tak banyak membantu. Cukup sepasang sepatu, bukan dua pasang yang berjalan beriringan. Ini pilihannya, sepatuku ingin lihat pelangi.

Sendiri, kamu menerjemahkannya sebagai kekosongan.
Juga sakit dan

2.14.2016

Surat Buat Bapak

Assalamualaikum, yang terkasih.
Bapak masih suka baca blogku? Kata Bapak kalo baca dari hp kurang nyaman, baca dari laptop bikin males. Semoga ada rejeki biar bisa baca-baca berita dari tablet ya Pak. Amiin
Sebenarnya, aku bukan anak yang bisa bilang "Aku sayang Bapak" langsung dihadapan Bapak. Aku terlalu malu, sungguh. Beruntungnya ada blog yang bisa aku tulis apa saja dan kalau ada waktu senggang, Bapak bisa baca kapanpun. Terima kasih telah mengenalkanku pada internet, memanggil guru private yang didatangkan ke rumah dan memaksaku belajar komputer. Memang aku jarang bercerita atau sekedar curhat dan menyita banyak waktumu, tapi aku ingin memelukmu dan bilang "aku sayang Bapak"
Dulunya aku pemalu, tidak banyak cakap dan lebih banyak acuh pada sekitar. Dan terima kasih lagi, sering telat menjemputku selepas bel pulang sekolah terpaksa membuatku membuka obrolan dengan anak lain seusiaku sampai seusiamu. Ternyata tidak terlalu buruk. Di atas motor, sering sekali kau tanyakan "Main sama siapa tadi? Temanmu yang kemarin sudah berhenti mengusilimu?". Kutahu kau senang saat mendengar aku menyebut nama orang baru, tersirat dari gurat senyum bibirmu yang kulihat dari kaca spion. Kupeluk dirimu erat. Sekarang, aku suka melakukan hal baru dan

1.31.2016

Piknik Gak Bikin Baper

Ciee seneng diturutin pergi mainnya (Loc. BeeJay Bakau Resort Probolinggo)

"Cho, feed instagram main mulu deh"
"Ajakin dong lain kali"
"Widiih, liburannya ngeri asik banget pasti mahal"

Baru-baru ini ada kalimat baru yang aku dengar "Gausah baper kali Cho kalo kita lupa ngajakin kamu main"
Kok agak maksa banget ya ngomongnya, hmm tetep aku senyumin "Loh, katanya suka piknik kok masih sering nyebut kata baper?"

Kadang teman mengandalkan kata "baper" agar teman lainnya tidak terlalu tersinggung dan lupa untuk meminta maaf, hehehehehe aku

1.06.2016

Terus Menggenggam

Pilihan itu seperti bianglala yang bergerak, termasuk memilih orang lain untuk menemanimu berputar. Bergeraknya sih pelan, tapi kamu harus yakin kalau setiap kabin akan sampai di titik tertigginya. Bianglala itu seperti roda, jadi saat di atas, kamu juga harus inga tada waktunya kabin sampai di bawah. Kamu harus keluar. Bukan tentang meninggalkan atau bertahan padasatu tempat. Tapi ini tentang bagaimana menikmati setiap desir angin yang menerpa wajahmu di dalam kabin bianglala. Tenaang saja, kamu bisa datang kapanpun dan dengan siapapun. Dan ini sudah waktunya...
Alun-alun Batu (2015)

1.03.2016

Terjebak

Kuharap kau baik-baik saja
Tak mau menuntut detik ke menit
Lebih cepat dari biasanya
Dari dia, kamu kusebut
Yang kutahu itu kita
Kemudian hilang menjelma kabut
Candi Ijo, Yogyakarta (2015)